Rabu, 27 September 2017

Tugas 1 Sistem Pendukung Keputusan

LAPORAN TUGAS SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
TENTANG “5 KASUS PERMASALAHAN SUATU PERUSAHAAN, SOLUSI DAN METODE YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESEAIKAN MASALAH MENGGUNAKAN SPK”


Di Susun Oleh:
MUH. RIZKI (F 551 15 074)

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA S1
JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS TADULAKO
2016/2017



KATA PENGANTAR
Puji Syukur kehadirat Allah, atas segala limpahan rahmat dan hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan Laporan tugas  mata kuliah Sistem Pendukung Keputusan yang berjudul ini. Semoga Laporan ini memberikan informasi bagi para pembaca dan dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca. Harapan saya semoga laporan ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca.
         Laporan Lengkap Tugas besar ini saya akuai masih banyak kekurangan karena pengalaman saya masih terbatas. Oleh karena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan laporan ini.

                                                                                                    Palu,   17 September 2017
                                                                                                    

                                                                                                    Penulis








i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar…………………………………………………........................…...i
Daftar isi………………………………………………………………....................ii
Bab I Pendahuluan…………………………………………….............………..…..1
1.1    Latar Belakang……………………...............……..1
1.2    Tinjauan Pustak......………………………………..1
Bab II Landasan Teori...……………...……………….…..….2
Bab II Pembahasan………………………...………….…..….3
1.1    Kasus Permasalahan UD Roti Mutiara Cirebon..3
1.2    Pemecahan Masalah UD Roti Mutiara Cirebon.......3
1.3    Metode SIMPLEKS…...................…….…...….….3
2.1   Kasus Permasalahan PT Sumber Indah Lestari........4
2.2   Pemecahan Masalah PT Sumber Indah Lestari.…...4
2.3   Metode Analytical Hierarchy Process......………....5
3.1   Kasus Permasalahan Toko Rookieinside Yogyakarta..5
3.2   Pemecahan Masalah Toko Rookieinside Yogyakarta..6
3.3   Metode EXPONENTIAL SMOOTHING DAN MOVING AVERAGE.......…….....….6
4.1   Kasus Permasalahan PT SSS Palembang................7
4.2   Pemecahan Masalah PT SSS Palembang............7
4.3   Metode Iterasi.....................................…..…..….…7
5.1   Kasus Permasalahan Perusahan Dewi Bakery Purwodadi..…………………………....8
5.2   Pemecahan Masalah Perusahan Dewi Bakery Purwodadi..…………………………....9
5.3   Metode Weight Product.......................................…9
Bab III Kesimpuan ...............…………………………….....10
1.1  Kesimpulan……………………….……………....10
Daftar Pustaka……………………………………………...11


ii



BAB I
 PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Dalam perkembangan dan kemajuaan teknologi informasi sangat berpengaruh di Kalangan masyarakat maupun perusahan-perusahan yang sangat membutuhkan suatu teknologi informasi, di samping itu juga perusahan-perusahan memiliki beberapa masalah yang harus di pecahkan agar lebih terus berusaha untuk tetap menjaga kinerja perusahaannya, bahkan setiap perusahaan menginginkan kinerja meningkat.  Sehingga beberapa perusahan-perusahan tersebut seperti Ud Roti Mutiara Cirebon, PT Sumber Indah Lestari, Toko Rookieinside Yogyakarta, PT SSS Palembang, Dewi Bakery Purwodadi, memiliki kasus yang berbeda dalam masing-masing dari suatu masalah dalam perusahan tersebut, sehingga masing-masing perusahan mencari solusi yang tepat untuk menggunakan sebuah program aplikasi yang menggunakan metode yang dapat memutusakan hal tanpa harus diputuskan lagi oleh manusia sehingga program yang akan memberikan solusi dan meningkatkan kinerja pada tiap-tiap perusahan  tersebut sehingga lebih di kenal dengan “Sistem Pendukung Keputusan (SPK)”.

1.2  Tinjauan Pustaka
        Permasalahan-permasalahan Yang di amati:
1.      UD Roti Mutiara Cirebon
2.      PT Sumber Indah Lestari
3.      Toko Rookieinside Yogyakarta
4.      PT SSS Palembang
5.      Dewi Bakery Purwodadi



BAB II
LANDASAN TEORI
Sistem pendukung keputusan (Inggris: decision support systems disingkat DSS) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan.
Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
Menurut Moore and Chang, SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat tidak biasa.
Tahapan SPK:
1.      Definisi masalah
2.      Pengumpulan data atau elemen informasi yang relevan
3.      pengolahan data menjadi informasi baik dalam bentuk laporan grafik maupun tulisan
4.      menentukan alternatif-alternatif solusi (bisa dalam persentase)
Tujuan dari SPK:
1.      Membantu menyelesaikan masalah semi-terstruktur
2.      Mendukung manajer dalam mengambil keputusan suatu masalah
3.      Meningkatkan efektifitas bukan efisiensi pengambilan keputusan
Dalam pemrosesannya, SPK dapat menggunakan bantuan dari sistem lain seperti Artificial Intelligence, Expert Systems, Fuzzy Logic, dll.




BAB III
PEMBAHASAN
1.1   Kasus Permasalahan UD Roti Mutiara Cirebon.
 Sebagai perusahaan roti menengah UD Roti Mutiara ini dalam sekali produksi membuat tiga macam varian dimana yang membedakan kemasan dan bentuknya, bahan-bahan pokok dalam pembuatan roti menggunakan terigu, mentega, gula pasir, ragi, air putih, pengembang dan juga telur. UD Roti Mutiara ini dalam dalam memasarkannya melalui sistem simpan, menyimpan produknya ke berbeda kota pada setiap harinya dengan menyimpan ketiap-tiap toko dikota yang dituju. Dalam memproduksi roti UD Roti Mutiara tidak menentukan berapa yang akan diproduksi, berapa yang dipasok ke setiap toko dan berapa yang akan terjual juga berapa yang akan dikembalikan oleh toko, ini membuat keuntungan UD Roti Mutiara kadang tidak menentu.
1.2 Pemecahan Masalah UD Roti Mutiara Cirebon.
Maka perusahaan roti ingin menentukan jumlah produksi roti yang harus diproduksi, sehingga dibutuhkan suatu penyelesaian masalah pengambil keputusan untuk menentukan solusi yang tepat. Sistem yang digunakan sekarang oleh UD Roti Mutiara saat ini tidak memperhitungkan berapa jumlah roti yang akan diproduksi.
1.3 Metode SIMPLEKS
Metode simpleks adalah suatu prosedur matematis untuk mencari solusi optimal dari suatu masalah pemrograman linear yang didasarkan pada proses iterasi (Eddy Herjanto, 1999). Metode simpleks merupakan salah satu teknik penyelesaian dalam program linier yang di gunakan sebagai teknik pengambilan keputusan dalam permasalahan yang berhubungan dengan pengalokasian sumberdaya secara optimal. Metode simpleks digunakan untuk mencari nilai optimal dari program linier yang melibatkan banyak constraint (pembatas) dan banyak variabel (lebih dari dua variabel). Program linier sendiri yaitu merupakan metode matematika dalam mengalokasikan sumber daya yang langka untuk mencapai.


2.1   Kasus Permasalahan PT Sumber Indah Lestari

                  Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan kecantikan tubuh dan kesehatan tubuh manusia, sehingga banyak bermunculan pula bisnis perusahaan kecantikan dan kesehatan diantaranya yaitu PT Sumber Indah Lestari. PT Sumber Indah Lestari merupakan salah satu perusahaan retail dalam bidang kesehatan dan kecantikan yang mana perusahaan tersebut menawarkan berbagai macam produk kecantikan dan kesehatan dari supplier.
Untuk menjalankan bisnisnya tersebut PT Sumber Indah Lestari membuat suatu perencanaan dalam pengalokasian pembuatan sebuah toko yang strategis agar mampu menarik konsumen. Untuk perluasan wilayah kependudukan yang terus meluas membuat usaha bisnis PT Sumber Indah Lestari membangun banyak cabang demi memenuhi kepuasan konsumen. Dalam membangun lokasi usaha tidaklah mudah, butuh lokasi yang tepat, strategis dan efisien agar mampu diterima oleh konsumen. Maka dari itu diperlukan sebuah sistem dalam menentukan lokasi yang strategis untuk membangun sebuah toko baru untuk PT Sumber Indah Lestari. Untuk membangun lokasi untuk sebuah toko dibutuhkan kriteria-kriteria khusus dalam membangunnya. Mulai dari kepadatan penduduk, faktor pendukung, akses, pesaing dan harga. Tidak adanya penentuan lokasi yang tepat dalam pendirian sebuah toko akan mengakibatkan jumlah konsumen yang tidak optimal, dan lebih parah adalah gulung tikar
2.2   Pemecahan Masalah Perusahan PT Sumber Indah Lestari
                  Dengan adanya masalah tersebut perusahaan dituntut untuk lebih memperhatikan penentuan lokasi secara tepat dan cepat. Sehingga perusahaan bisa lebih menentukan lokasi yang akurat dan perusahaan juga tidak tertinggal oleh para pesaing. Untuk mempermudah perusahaan dalam pengambilan keputusan dalam penentuan lokasi yang sesuai dengan kriteria-kriteria tersebut, dibutuhkan suatu program aplikasi sistem pendukung keputusan yang menggunakan sistem komputer sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan secara cepat, tepat dan akurat.
Sistem informasi yang yang dibutuhkan oleh PT Sumber Indah Lestari yang dapat memperhitungkan atau menentukan lokasi yang mana yang tepat untuk dijadikan sebuah toko, cara menentukannya dengan memasukan angka skala. Sehingga perlu dilakukan pengembangan guna menciptakan sistem yang efisien, tepat dan akurat dengan menggunakan web server localhost. Metode yang digunakan AHP Analytical Hierarchy Process, menggambarkan sistem yang berjalan melalui UML (Unified Modeling Language) dengan bahasa pemrograman yang dilakukan adalah PHP serta Database yang digunakan MySQL. Hasil akhir yang dicapai dari penelitian ini yaitu menciptakan management dan memanfaatkan teknologi informasi yang terkomputerisasi, sehingga dapat meminimalisir kesalahan yang timbul. Selain itu, dihasilkan pula rancangan aplikasi web server localhost yang dapat meningkatkan kinerja operasional khususnya pada bagian divisi Building
2.3   Metode Analytical Hierarchy Process
Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah metode untuk memecahkan suatu situasi yang kompleks tidak terstruktur ke dalam beberapa komponen dalam susunan yang hirarki, dengan memberi nilai subjektif tentang pentingnya setiap variabel secara relatif, dan menetapkan variabel man ayang memiliki prioritas yang paling tinggi guna memperngaruhi hasil pada asituasi tersebut. AHP memiliki banyak keunggulan dalm proses pengambilan keputusan. Salah satunya adalah dapat digambarkan secara grafis sehingga mudah dipahami oleh semua pihak yanag terlibat dalam pengambilan keputusan.

3.1Kasus Permasalahan Toko Rookieinside Yogyakarta
Rookieinside adalah merupakan toko pakaian yang memproduksi barang barang local seperti kemeja, kaos, celana, dan jaket. Hasil produksi ini di jual dan dipasarkan keseluruh wilayah Indonesia, oleh karena itu Rookieinside perlu melakukan suatau perencanaan strategis yang komprehensif untuk dapat menguasai pasar, salah satunya yaitu harus mampu memprediksi pola pasar yang sedang terjadi saat ini. Permasalahan yang terjadi di Rookieinside adalah ketidak tahuan seorang manager untuk menentukan jumlah pakaian yang harus diproduksi sehingga jika produksi pakaian yang diproduksi terlalu banyak maka pakaian tersebut akan menumpuk di gudang dan kerugian yang didapat akan semakin besar sedangkan jika memproduksi jumlah pakaiannya terlalu sedikit maka gudang akan kekurangan atau keuntungan nya kurang maksimal.


3.2Pemecahan Masalah Toko Rookieinside Yogyakarta
Metode untuk mermalkan jumlah produksi pakaian dapat dilakukan dengan cara statistika. Salah satu metode peramalan yang dapat digunakan adalah metode forecasting.Metode-metode peramalan yang dapat digunakan adalah metode Exponential Smoothing dan Weight Moving Average metode tersebut sangat cocok digunakan untuk meramalkan hal-hal yang fluktuasinya secara random atau tidak teratur.
3.3Metode EXPONETIAL SMOOTHING DAN MOVING AVERAGE
Exponential Smoothing adalah suatu tipe teknik peramalan rata-rata bergerak yang melakukan pertimbangan terhadap data masa lalu dengan cara ekponensial sehingga data paling akhir mempunyai bobot atau timbangan lebih besar dalam rata-rata bergerak . Rumus umum metode Exponential Smoothing adalah sebagai berikut

Weight Moving Average (WMA) adalah metode moving average atau rata-rata bergerak yang memiliki bobot.Namun pada WMA terdapat bobot yang digunakan pada setiap perubahan harga.Nilai dari bobot ini dapat berapa saja dengan ketentuan nilai bobot untuk harga yang terbaru adalah lebih besar daripada nilai bobot untuk harga sebelumnya. Perumusan WMA adalah sebagai berikut:




4.1            Kasus Permasalahan PT SSS Palembang
PT.SSS adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang penjualan produk air mineral, yaitu berupa air mineral cangkir, botol, dan galon yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, baik di rumah, di kantor,  di  toko,  dan  dimanapun  kita  berada.  PT.SSS  dalam  melakukan penjualan produk selalu menggunakan informasi sebagai pilihan pengambilan keputusan dalam hal ini pemilihan lokasi pemasaran.
Permasalahan yang penting pada PT.SSS adalah keputusan mengenai pemilihan lokasi pemasaran.
4.2Pemecahan Masalah PT SSS Palembang
Untuk memecahkan masalah ini, maka diperlukan Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Lokasi Pemasaran  Produk  Air  Mineral  pada  PT.  SSS  Palembang  dapat  membantu  para pimpinan dalam mengambil keputusan secara tepat dan cepat.
4.3Metode Iterasi
Metodologi  yang  digunakan  oleh  penulis  dalam  penelitian  ini  adalah metode  Iterasi  (Iterative).   Metode  Iterasi  adalah  metode  dimana  setiap tahapan atau fase pengembangan sistem dilaksanakan dengan memakai teknik pengulangan dimana suatu proses dilaksanakan secara berulang-ulang sampai mendapatkan hasil yang diinginkan. Dalam metode ini,
1.   SurVei Sistem
Pada fase ini, terdapat pendefinisian dari permasalahan yang ada untuk menentukan ruang lingkup, menentukan metodologi yang digunakan, serta membuat jadwal kegiatan dengan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data seperti wawancara, obserVasi, dan dokumentasi.
2.   Analisis Sistem
Pada fase ini, dilakukan analisis terhadap sistem yang telah ada dengan mengidentifikasi permasalahan, penentuan tujuan dari perbaikan sebuah sistem, dan mengidentifikasi kebutuhan pengguna sistem.
3.   Desain Sistem
Fase ini menyatakan bagaimana sebuah desain sistem lanjutan yang akan dibuat dengan menggambarkan sebuah model sistem untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan.
4.   Pembuatan Sistem
Pada fase ini, dilakukan pembuatan sistem baru (hardware  dan software) dengan alat bantu yang digunakan antara lain Microsoft Visual Basic 6.0, SQL Server 2000, Seagate Crystal Reports, Koneksi ADO.
5.   Implementasi Sistem
Pada  fase  ini,  dilakukan   penginstalan  database   dan  program  baru, pelatihan bagi pengguna dan konVersi ke sistem yang baru.
6.   Pemeliharaan Sistem
Setelah sistem dioperasikan, maka dibutuhkan dukungan sistem yang berkesinambungan agar sisa siklus hidup sistem tetap berguna, produktif, dan optimal.

5.1Kasus Permasalahan Dewi bakery Purwodadi
Dari tahun ke tahun persentase kenaikan permintaan dari pelanggan, jumlahnya tidak begitu mengelami peningkatan, hal ini disebabkan beberapa hal diantaranya hanya memasarkan produknya dalam satu kota saja sehingga penjualan relative tidak berkembang. Selain itu kemungkinan adanya kompetitor lainnya yang baru berdiri di Purwodadi. Akan tetapi dalam memasarkan di kota lain, dibutuhkan tenaga pemasaran yang memadai, sementara tenaga pemasaran yang dipunya masih terbatas jumlahnya, sehingga diperlukan penelitian yang mampu memberikan gambaran, dikota mana yang sebaiknya pemasaran berikutnya dilakukan.
Untuk menentukan daerah pemasaran baru tidak didasarkan hanya pada jumlah masyarakat yang ada. Karena untuk memasarkan roti dan kue perlu adanya kriteria-kriteria yang dapat dijadikan rujukan mengenai lokasi mana yang sesuai, kriteria yang dibutuhkan antara lain jumlah penduduk, jumlah toko ritel, jumlah pasar tradisional, tingkat ekonomi masyarakat, luas wilayah, jumlah pesaing usaha, dan jumlah kawasan pertokoan. Perlu perbandingan pada setiap variabel diatas terhadap setiap alternatif pilihan lokasi yang ada. Lokasi yang akan dijadikan rujukan dalam tugas akhir ini adalah kota Demak, kota Kudus, dan kota blora.
5.2Pemecahan Permasalahan Dewi bakery Purwodadi
Dari permasalahan diatas diperlukan suatu sistem pendukung keputusan yang mampu menghimpun beberapa kriteria yang ada untuk kemudian dilakukan pembobotan dari masing-masing kriteria, selanjutnya dari data yang telah diolah akan diperoleh hasil rangking lokasi mana saja yang menjadi prioritas pengembangan biro perjalanan wisata. Metode yang digunakan adalah Weighted Product.
5.3Metode Weight Product(WP)
Metode  WP  mengunakan perkalian untuk menghubungkan rating atribut, di mana rating setiap atribut harus dipangkatkan dulu dengan bobot atribut yang bersangkutan.
Proses ini Ai diberikan sebagai berikut :


Dimana  ∑wj =  1.  wj  adalah  pangkat  bernilai  positif  untuk  atribut  keuntungan,  dan bernilai negatif untuk atribut biaya.









BAB III
KESIMPULAN
1.1Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan dari tiap-tiap kasus dari beberapa perusahan yang telah dilakukan  di perusahan Ud Roti Mutiara Cirebon, PT Sumber Indah Lestari, Toko Rookieinside Yogyakarta, PT SSS Palembang, Dewi Bakery Purwodadi, dapat di simpulkan bahwa setiap perusahan besar  selalu  memiliki kasus-kasus yang tidak bisa di selesaikan dengan keputusan manusia. Maka dari itu, perusahan-perusahan harus menggunakan sebuah Sistem yang dapat memutusakan dengan hasil yang baik. Sehingga Sistem Pendukung Keputusan tercipta dan di gunakan untuk membantu permasalahan yang sulit di pecahkan atau di putuskan sendiri oleh manusia.

















DAFTRA PUSTAKA
[1] Yudianto, Agus. "SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENENTUKAN VOLUME PRODUKSI ROTI MENGGUNAKAN METODE SIMPLEKS PADA UD ROTI MUTIARA CIREBON." BBM (Buletin Bisnis & Manajemen) 2.01 (2016).
[2]  Hakim, Zainul, Hilmi Fuad, and Novia Nabilah Nurkam. "Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Lokasi Toko Dan+ Dan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (Studi Kasus: di PT Sumber Indah Lestari)." JURNAL SISFOTEK GLOBAL 3.2 (2013).
[3] Prasetio, Eko, and Mardiana Irawaty. "SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MEMPREDIKSI JUMLAH PAKAIAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE WEIGHT MOVING AVERAGE DAN EXPONENTIAL SMOOTHING (Studi Kasus di Toko Rookieinside Yogyakarta)." Compiler 3.2 (2014).
[4] Kartono, Agus, and Fandi Fandi. "SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN LOKASI PEMASARAN PRODUK AIR MINERAL PADA PT. SSS PALEMBANG." (2009).

[5] Tanaka, Johan Edo. "SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN WILAYAH PEMASARAN PADA DEWI BAKERY PURWODADI MENGGUNAKAN METODE WEIGHTED PRODUCT."

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.