LAPORAN
TUGAS SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
TENTANG “5 KASUS PERMASALAHAN
SUATU PERUSAHAAN, SOLUSI DAN METODE YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESEAIKAN MASALAH
MENGGUNAKAN SPK”
Di Susun Oleh:
MUH.
RIZKI (F 551 15 074)
PROGRAM
STUDI TEKNIK INFORMATIKA S1
JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS TADULAKO
2016/2017
KATA PENGANTAR
Puji
Syukur kehadirat Allah, atas segala limpahan
rahmat dan hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan Laporan tugas mata kuliah Sistem Pendukung Keputusan yang
berjudul ini.
Semoga Laporan ini memberikan informasi bagi para pembaca dan dapat
dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca.
Harapan saya semoga laporan ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca.
Laporan Lengkap Tugas besar ini saya
akuai masih banyak kekurangan karena pengalaman saya masih terbatas. Oleh
karena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan
yang bersifat membangun untuk kesempurnaan laporan ini.
Palu, 17 September 2017
Penulis
i
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar…………………………………………………........................…...i
Daftar
isi………………………………………………………………....................ii
Bab
I Pendahuluan…………………………………………….............………..…..1
1.1
Latar
Belakang……………………...............……..1
1.2 Tinjauan
Pustak......………………………………..1
Bab
II Landasan Teori...……………...……………….…..….2
Bab
II Pembahasan………………………...………….…..….3
1.1
Kasus Permasalahan UD Roti Mutiara Cirebon…..3
1.2
Pemecahan Masalah UD Roti Mutiara Cirebon.......3
1.3
Metode SIMPLEKS…...................…….…...….….3
2.1
Kasus Permasalahan PT Sumber Indah
Lestari........4
2.2
Pemecahan Masalah PT Sumber Indah
Lestari.…...4
2.3
Metode Analytical Hierarchy Process......………....5
3.1
Kasus Permasalahan Toko Rookieinside
Yogyakarta..5
3.2
Pemecahan Masalah Toko Rookieinside
Yogyakarta..6
3.3
Metode EXPONENTIAL SMOOTHING DAN MOVING AVERAGE.......…….....….6
4.1
Kasus Permasalahan PT SSS Palembang................7
4.2
Pemecahan Masalah PT SSS Palembang…............7
4.3
Metode Iterasi.....................................…..…..….…7
5.1
Kasus Permasalahan Perusahan Dewi Bakery Purwodadi..…………………………....8
5.2
Pemecahan Masalah Perusahan Dewi Bakery Purwodadi..…………………………....9
5.3
Metode Weight Product.......................................…9
Bab
III Kesimpuan ...............…………………………….....10
1.1 Kesimpulan……………………….……………....10
Daftar
Pustaka……………………………………………...11
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam
perkembangan dan kemajuaan teknologi informasi sangat berpengaruh di Kalangan
masyarakat maupun perusahan-perusahan yang sangat membutuhkan suatu teknologi informasi, di samping itu juga
perusahan-perusahan memiliki beberapa masalah yang harus di pecahkan agar lebih
terus berusaha untuk tetap menjaga kinerja perusahaannya, bahkan setiap
perusahaan menginginkan kinerja meningkat.
Sehingga beberapa perusahan-perusahan tersebut seperti Ud
Roti Mutiara Cirebon, PT Sumber Indah Lestari, Toko Rookieinside Yogyakarta, PT
SSS Palembang, Dewi Bakery Purwodadi,
memiliki kasus yang berbeda dalam masing-masing dari suatu masalah dalam
perusahan tersebut, sehingga masing-masing perusahan mencari solusi yang tepat
untuk menggunakan sebuah program aplikasi yang menggunakan metode yang dapat
memutusakan hal tanpa harus diputuskan lagi oleh manusia sehingga program yang
akan memberikan solusi dan meningkatkan kinerja pada tiap-tiap perusahan tersebut sehingga lebih di kenal dengan “Sistem Pendukung Keputusan (SPK)”.
1.2 Tinjauan Pustaka
Permasalahan-permasalahan Yang di amati:
1. UD Roti Mutiara Cirebon
2. PT Sumber Indah Lestari
3. Toko Rookieinside Yogyakarta
4. PT SSS Palembang
5. Dewi Bakery Purwodadi
BAB II
LANDASAN TEORI
Sistem
pendukung keputusan (Inggris: decision
support systems disingkat DSS) adalah bagian dari sistem
informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis
pengetahuan (manajemen pengetahuan))
yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi
atau perusahaan.
Dapat
juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi
untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
Menurut
Moore and Chang, SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan
mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi
keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat tidak
biasa.
Tahapan
SPK:
1. Definisi
masalah
2. Pengumpulan
data atau elemen informasi yang relevan
3. pengolahan
data menjadi informasi baik dalam bentuk laporan grafik maupun tulisan
4. menentukan
alternatif-alternatif solusi (bisa dalam persentase)
Tujuan
dari SPK:
1. Membantu
menyelesaikan masalah semi-terstruktur
2. Mendukung
manajer dalam mengambil keputusan suatu masalah
3. Meningkatkan
efektifitas bukan efisiensi pengambilan keputusan
Dalam
pemrosesannya, SPK dapat menggunakan bantuan dari sistem lain seperti
Artificial Intelligence, Expert Systems, Fuzzy Logic, dll.
BAB III
PEMBAHASAN
1.1
Kasus Permasalahan UD
Roti Mutiara Cirebon.
Sebagai perusahaan roti
menengah UD Roti Mutiara ini dalam sekali produksi membuat tiga macam varian
dimana yang membedakan kemasan dan bentuknya, bahan-bahan pokok dalam pembuatan
roti menggunakan terigu, mentega, gula pasir, ragi, air putih, pengembang dan
juga telur. UD Roti Mutiara ini dalam dalam memasarkannya melalui sistem
simpan, menyimpan produknya ke berbeda kota pada setiap harinya dengan
menyimpan ketiap-tiap toko dikota yang dituju. Dalam memproduksi roti UD Roti
Mutiara tidak menentukan berapa yang akan diproduksi, berapa yang dipasok ke
setiap toko dan berapa yang akan terjual juga berapa yang akan dikembalikan
oleh toko, ini membuat keuntungan UD Roti Mutiara kadang tidak menentu.
1.2 Pemecahan Masalah UD Roti Mutiara Cirebon.
Maka
perusahaan roti ingin menentukan jumlah produksi roti yang harus diproduksi,
sehingga dibutuhkan suatu penyelesaian masalah pengambil keputusan untuk
menentukan solusi yang tepat. Sistem yang digunakan sekarang oleh UD Roti
Mutiara saat ini tidak memperhitungkan berapa jumlah roti yang akan diproduksi.
1.3 Metode SIMPLEKS
Metode
simpleks adalah suatu prosedur matematis untuk mencari solusi optimal dari
suatu masalah pemrograman linear yang didasarkan pada proses iterasi (Eddy
Herjanto, 1999). Metode simpleks merupakan salah satu teknik penyelesaian dalam
program linier yang di gunakan sebagai teknik pengambilan keputusan dalam
permasalahan yang berhubungan dengan pengalokasian sumberdaya secara optimal.
Metode simpleks digunakan untuk mencari nilai optimal dari program linier yang
melibatkan banyak constraint (pembatas) dan banyak variabel (lebih dari
dua variabel). Program linier sendiri yaitu merupakan metode matematika dalam
mengalokasikan sumber daya yang langka untuk mencapai.
2.1
Kasus Permasalahan PT
Sumber Indah Lestari
Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan
kecantikan tubuh dan kesehatan tubuh manusia, sehingga banyak bermunculan pula
bisnis perusahaan kecantikan dan kesehatan diantaranya yaitu PT Sumber Indah
Lestari. PT Sumber Indah Lestari merupakan salah satu perusahaan retail dalam
bidang kesehatan dan kecantikan yang mana perusahaan tersebut menawarkan
berbagai macam produk kecantikan dan kesehatan dari supplier.
Untuk menjalankan bisnisnya tersebut PT Sumber Indah Lestari
membuat suatu perencanaan dalam pengalokasian pembuatan sebuah toko yang
strategis agar mampu menarik konsumen. Untuk perluasan wilayah kependudukan
yang terus meluas membuat usaha bisnis PT Sumber Indah Lestari membangun banyak
cabang demi memenuhi kepuasan konsumen. Dalam membangun lokasi usaha tidaklah
mudah, butuh lokasi yang tepat, strategis dan efisien agar mampu diterima oleh
konsumen. Maka dari itu diperlukan sebuah sistem dalam menentukan lokasi yang
strategis untuk membangun sebuah toko baru untuk PT Sumber Indah Lestari. Untuk
membangun lokasi untuk sebuah toko dibutuhkan kriteria-kriteria khusus dalam
membangunnya. Mulai dari kepadatan penduduk, faktor pendukung, akses, pesaing
dan harga. Tidak adanya penentuan lokasi yang tepat dalam pendirian sebuah toko
akan mengakibatkan jumlah konsumen yang tidak optimal, dan lebih parah adalah
gulung tikar
2.2
Pemecahan
Masalah Perusahan PT Sumber Indah
Lestari
Dengan
adanya masalah tersebut perusahaan dituntut untuk lebih memperhatikan penentuan
lokasi secara tepat dan cepat. Sehingga perusahaan bisa lebih menentukan lokasi
yang akurat dan perusahaan juga tidak tertinggal oleh para pesaing. Untuk
mempermudah perusahaan dalam pengambilan keputusan dalam penentuan lokasi yang
sesuai dengan kriteria-kriteria tersebut, dibutuhkan suatu program aplikasi
sistem pendukung keputusan yang menggunakan sistem komputer sehingga dapat
membantu dalam pengambilan keputusan secara cepat, tepat dan akurat.
Sistem informasi yang yang dibutuhkan
oleh PT Sumber Indah Lestari yang dapat memperhitungkan atau menentukan lokasi
yang mana yang tepat untuk dijadikan sebuah toko, cara menentukannya dengan
memasukan angka skala. Sehingga perlu dilakukan pengembangan guna menciptakan
sistem yang efisien, tepat dan akurat dengan menggunakan web server localhost.
Metode yang digunakan AHP Analytical Hierarchy Process, menggambarkan
sistem yang berjalan melalui UML (Unified Modeling Language) dengan
bahasa pemrograman yang dilakukan adalah PHP serta Database yang digunakan
MySQL. Hasil akhir yang dicapai dari penelitian ini yaitu menciptakan
management dan memanfaatkan teknologi informasi yang terkomputerisasi, sehingga
dapat meminimalisir kesalahan yang timbul. Selain itu, dihasilkan pula
rancangan aplikasi web server localhost yang dapat meningkatkan kinerja
operasional khususnya pada bagian divisi Building
2.3
Metode
Analytical Hierarchy Process
Analytical Hierarchy Process (AHP)
adalah metode untuk memecahkan suatu situasi yang kompleks tidak terstruktur ke
dalam beberapa komponen dalam susunan yang hirarki, dengan memberi nilai
subjektif tentang pentingnya setiap variabel secara relatif, dan menetapkan
variabel man ayang memiliki prioritas yang paling tinggi guna memperngaruhi
hasil pada asituasi tersebut. AHP memiliki banyak keunggulan dalm proses
pengambilan keputusan. Salah satunya adalah dapat digambarkan secara grafis
sehingga mudah dipahami oleh semua pihak yanag terlibat dalam pengambilan
keputusan.
3.1Kasus Permasalahan Toko Rookieinside Yogyakarta
Rookieinside adalah merupakan toko pakaian yang
memproduksi barang barang local seperti
kemeja, kaos, celana, dan jaket. Hasil produksi ini di jual dan dipasarkan
keseluruh wilayah
Indonesia, oleh karena itu Rookieinside perlu melakukan suatau perencanaan strategis yang komprehensif untuk dapat
menguasai pasar, salah satunya yaitu harus mampu memprediksi
pola pasar yang sedang terjadi saat ini. Permasalahan yang terjadi di Rookieinside adalah ketidak tahuan
seorang manager untuk menentukan jumlah pakaian yang
harus diproduksi sehingga jika produksi pakaian yang diproduksi terlalu banyak
maka pakaian tersebut akan menumpuk di gudang
dan kerugian yang didapat akan semakin besar sedangkan
jika memproduksi jumlah pakaiannya terlalu sedikit maka gudang akan kekurangan atau keuntungan nya kurang
maksimal.
3.2Pemecahan
Masalah Toko Rookieinside Yogyakarta
Metode untuk mermalkan jumlah produksi pakaian dapat
dilakukan dengan cara statistika.
Salah satu metode peramalan yang dapat digunakan adalah metode forecasting.Metode-metode peramalan yang
dapat digunakan adalah metode Exponential Smoothing
dan Weight Moving Average metode tersebut sangat cocok digunakan untuk meramalkan hal-hal yang fluktuasinya
secara random atau tidak teratur.
3.3Metode
EXPONETIAL SMOOTHING DAN MOVING AVERAGE
Exponential Smoothing adalah suatu tipe teknik
peramalan rata-rata bergerak yang melakukan
pertimbangan terhadap data masa lalu dengan cara ekponensial sehingga data paling akhir mempunyai bobot atau
timbangan lebih besar dalam rata-rata bergerak . Rumus
umum metode Exponential Smoothing adalah sebagai berikut
Weight
Moving Average (WMA) adalah metode moving average atau
rata-rata bergerak yang
memiliki bobot.Namun pada WMA terdapat bobot yang digunakan pada setiap perubahan harga.Nilai dari bobot ini
dapat berapa saja dengan ketentuan nilai bobot untuk harga yang terbaru adalah lebih besar
daripada nilai bobot untuk harga sebelumnya. Perumusan
WMA adalah sebagai berikut:
4.1
Kasus Permasalahan PT SSS Palembang
PT.SSS adalah salah satu perusahaan yang
bergerak di bidang penjualan produk air mineral, yaitu berupa air mineral
cangkir, botol, dan galon yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari, baik di rumah, di kantor,
di toko, dan dimanapun kita
berada. PT.SSS dalam
melakukan penjualan produk selalu menggunakan informasi sebagai pilihan
pengambilan keputusan dalam hal ini pemilihan lokasi pemasaran.
Permasalahan yang penting pada PT.SSS
adalah keputusan mengenai pemilihan lokasi pemasaran.
4.2Pemecahan
Masalah PT SSS Palembang
Untuk memecahkan
masalah ini, maka diperlukan Sistem Pendukung Keputusan
Pemilihan Lokasi Pemasaran Produk Air
Mineral pada PT.
SSS Palembang dapat
membantu para pimpinan dalam
mengambil keputusan secara tepat dan cepat.
4.3Metode
Iterasi
Metodologi yang
digunakan oleh penulis
dalam penelitian ini
adalah metode Iterasi (Iterative).
Metode Iterasi adalah
metode dimana setiap tahapan atau fase pengembangan sistem
dilaksanakan dengan memakai teknik pengulangan dimana suatu proses dilaksanakan
secara berulang-ulang sampai mendapatkan hasil yang diinginkan. Dalam metode
ini,
1. SurVei Sistem
Pada fase ini, terdapat pendefinisian
dari permasalahan yang ada untuk menentukan ruang lingkup, menentukan
metodologi yang digunakan, serta membuat jadwal kegiatan dengan menggunakan
beberapa teknik pengumpulan data seperti wawancara, obserVasi, dan dokumentasi.
2. Analisis Sistem
Pada fase ini, dilakukan analisis
terhadap sistem yang telah ada dengan mengidentifikasi permasalahan, penentuan
tujuan dari perbaikan sebuah sistem, dan mengidentifikasi kebutuhan pengguna
sistem.
3. Desain Sistem
Fase ini menyatakan bagaimana sebuah
desain sistem lanjutan yang akan dibuat dengan menggambarkan sebuah model
sistem untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan.
4. Pembuatan Sistem
Pada fase ini, dilakukan pembuatan
sistem baru (hardware dan software)
dengan alat bantu yang digunakan antara lain Microsoft Visual Basic 6.0, SQL
Server 2000, Seagate Crystal Reports, Koneksi ADO.
5. Implementasi Sistem
Pada
fase ini, dilakukan
penginstalan database dan
program baru, pelatihan bagi
pengguna dan konVersi ke sistem yang baru.
6. Pemeliharaan Sistem
Setelah sistem dioperasikan, maka
dibutuhkan dukungan sistem yang berkesinambungan agar sisa siklus hidup sistem
tetap berguna, produktif, dan optimal.
5.1Kasus Permasalahan Dewi bakery Purwodadi
Dari tahun ke tahun persentase kenaikan
permintaan dari pelanggan, jumlahnya tidak begitu mengelami peningkatan, hal
ini disebabkan beberapa hal diantaranya hanya memasarkan produknya dalam satu
kota saja sehingga penjualan relative tidak berkembang. Selain itu kemungkinan
adanya kompetitor lainnya yang baru berdiri di Purwodadi. Akan tetapi dalam
memasarkan di kota lain, dibutuhkan tenaga pemasaran yang memadai, sementara
tenaga pemasaran yang dipunya masih terbatas jumlahnya, sehingga diperlukan
penelitian yang mampu memberikan gambaran, dikota mana yang sebaiknya pemasaran
berikutnya dilakukan.
Untuk menentukan daerah pemasaran baru
tidak didasarkan hanya pada jumlah masyarakat yang ada. Karena untuk memasarkan
roti dan kue perlu adanya kriteria-kriteria yang dapat dijadikan rujukan
mengenai lokasi mana yang sesuai, kriteria yang dibutuhkan antara lain jumlah
penduduk, jumlah toko ritel, jumlah pasar tradisional, tingkat ekonomi
masyarakat, luas wilayah, jumlah pesaing usaha, dan jumlah kawasan pertokoan.
Perlu perbandingan pada setiap variabel diatas terhadap setiap alternatif
pilihan lokasi yang ada. Lokasi yang akan dijadikan rujukan dalam tugas akhir
ini adalah kota Demak, kota Kudus, dan kota blora.
5.2Pemecahan Permasalahan Dewi bakery Purwodadi
Dari permasalahan diatas
diperlukan suatu sistem pendukung keputusan yang mampu menghimpun beberapa kriteria
yang ada untuk kemudian dilakukan pembobotan dari masing-masing kriteria,
selanjutnya dari data yang telah diolah akan diperoleh hasil rangking lokasi
mana saja yang menjadi prioritas pengembangan biro perjalanan wisata. Metode
yang digunakan adalah Weighted Product.
5.3Metode
Weight Product(WP)
Metode WP
mengunakan perkalian untuk menghubungkan rating atribut, di mana rating setiap
atribut harus dipangkatkan dulu dengan bobot atribut yang bersangkutan.
Proses ini Ai diberikan sebagai berikut
:
Dimana ∑wj
= 1. wj adalah pangkat bernilai
positif untuk atribut keuntungan, dan bernilai negatif
untuk atribut biaya.
BAB III
KESIMPULAN
1.1Kesimpulan
Berdasarkan
hasil penelitian dan pengamatan dari tiap-tiap kasus dari beberapa perusahan yang
telah dilakukan di perusahan Ud
Roti Mutiara Cirebon, PT Sumber Indah Lestari, Toko Rookieinside Yogyakarta, PT
SSS Palembang, Dewi Bakery Purwodadi, dapat
di simpulkan bahwa setiap perusahan besar
selalu memiliki kasus-kasus yang
tidak bisa
di selesaikan dengan keputusan manusia. Maka dari itu, perusahan-perusahan harus menggunakan
sebuah Sistem yang dapat memutusakan dengan hasil yang baik. Sehingga Sistem
Pendukung Keputusan tercipta dan di gunakan untuk membantu permasalahan yang
sulit di pecahkan atau di putuskan sendiri oleh manusia.
DAFTRA PUSTAKA
[1] Yudianto,
Agus. "SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENENTUKAN VOLUME PRODUKSI ROTI
MENGGUNAKAN METODE SIMPLEKS PADA UD ROTI MUTIARA CIREBON." BBM (Buletin Bisnis &
Manajemen) 2.01 (2016).
[2] Hakim, Zainul, Hilmi Fuad, and Novia Nabilah Nurkam. "Sistem
Pendukung Keputusan Penentuan Lokasi Toko Dan+ Dan Menggunakan Metode
Analytical Hierarchy Process (Studi Kasus: di PT Sumber Indah Lestari)."
JURNAL SISFOTEK GLOBAL 3.2 (2013).
[3] Prasetio, Eko, and Mardiana Irawaty.
"SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MEMPREDIKSI JUMLAH PAKAIAN DENGAN
MENGGUNAKAN METODE WEIGHT MOVING AVERAGE DAN EXPONENTIAL SMOOTHING (Studi Kasus
di Toko Rookieinside Yogyakarta)." Compiler 3.2 (2014).
[4] Kartono,
Agus, and Fandi Fandi. "SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN LOKASI
PEMASARAN PRODUK AIR MINERAL PADA PT. SSS PALEMBANG." (2009).
[5] Tanaka, Johan Edo. "SISTEM PENDUKUNG
KEPUTUSAN PEMILIHAN WILAYAH PEMASARAN PADA DEWI BAKERY PURWODADI MENGGUNAKAN
METODE WEIGHTED PRODUCT."






0 komentar:
Posting Komentar